About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 09 Desember 2015

Kenapa Pilkada di Indonesia Masih Pakai "Paku"?

Kenapa Pilkada di Indonesia Masih Pakai "Paku"?

Kamis, 10 Desember 2015 | 07:52 WIB
AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKApetugas pemungutan suara memberikan surat suara kepada pemilih di tempat pemungutan suara di Kuta, Bali, 9 Desember 2015. 100 juta pemilih hari ini memberikan suara untuk pemilihan kepala daerah yang dilakukan serentak di 32 provinsi 
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pertanyaan seputar pelaksanaan pilkada di Indonesia dilontarkan oleh para anggota delegasi asing kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum. 

Mereka sejak beberapa hari terakhir memang diajak oleh KPU untuk menyaksikan proses pilkada serentak dalam program Election Visit Program. 

Mereka juga diajak ke Tangerang Selatan untuk melihat proses pemungutan suara hingga penghitungan suara di beberapa TPS. 

Rupanya, cara memilih dengan mencoblos di Indonesia mengundang pertanyaan salah seorang delegasi dari Korea, Won Jung.

"Saya lihat di TPS kalian menggunakan paku untuk memilih calon. Kenapa masih memakai paku?" ujar Won Jung saat penutupan Election Visit Program di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (9/12/2015) malam. 

Dia bercerita masyarakat Korea pasti akan tersinggung jika melihat ada paku di kotak suara. Bagi mereka, itu sangat menyakitkan hati. 

Sehingga, dia pun mengaku kaget melihat paku malah digunakan dalam pemilu di Indonesia. "Tapi di sini sungguh mengagetkan, paku itu ada dan dipakai," ujar dia. 

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay pun menjawab pertanyaan itu. Pada pemilu tahun 2004, sebenarnya Indonesia sudah tidak lagi menggunakan sistem coblos. Cara memilih sudah diganti dengan cara memcontreng. 

Namun, kata Hadar, pada saat itu tingkat suara tidak sah justru tinggi. Karena ada beberapa pemilih yang mencontreng tidak sesuai aturan dan membuat suara tidak sah. 

Hadar mengatakan, hal itu membuat suara yang seharusnya masuk sebagai dukungan bagi para kandidat jadi terbuang sia-sia. 

"Makanya kami kembali ke cara awal dengan menggunakan paku. Terbukti efektif mengurangi jumlah suara yang tidak sah," ujar dia. 

Hadar mengatakan di dunia ini hanya tinggal dua negara yang menggunakan paku saat pemilu, yaitu Kamboja dan Indonesia. 

Meski kuno, Hadar mengatakan, menggunakan paku terhitung masih efektif untuk diterapkan di Indonesia. 

Banyak kesan-kesan dari para delegasi asing yang ikut dalam program Election Visit Program tersebut. 

Mereka juga mengapresiasi lokasi pemungutan suara dalam pemilu di Indonesia yang bisa dilakukan di mana saja. TPS bisa dibangun di pinggir jalan, di sekolah, atau di lapangan. 

Di penghujung acara, Hadar Nafis mengatakan pilkada serentak yang dilakukan tahun ini masih belum terlalu rumit. 

Hadar mengatakan, tantangan bagi KPU akan semakin besar dalam pemilihan calon legislatif.

"Coba datang ke sini saat pileg, surat suaranya sebesar koran. Waktu penghitungannya kalau sekarang sampai pukul 15.00 WIB, pileg bisa hitung sampai pukul 03.00 WIB keesokan harinya," kata Hadar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Jessi Carina
Editor: Glori K. Wadrianto

Lewandowski Belum Dapat "Kode" dari Madrid

Lewandowski Belum Dapat "Kode" dari Madrid

Kamis, 10 Desember 2015 | 07:33 WIB

KOMPAS.com - Striker Bayern Muenchen, Robert Lewandowski, mengaku belum menjalin kontak dengan Real Madrid untuk kepentingan transfer. 


Kabar ketertarikan Madrid terhadap Lewandowski mulai diembuskan AS edisi 7 Desember 2015. Ada foto agen Lewandowski, Cezary Cucahrsky, duduk di Santiago Bernabeu saatMadrid melawan Getafe, Sabtu (5/12/2015).

Kehadiran Cucahrsky ditengarai bertujuan untuk membicarakan transfer. Namun, Lewandowski membantahnya.

"Belum ada kontak dengan Real Madrid," kata striker berkebangsaan Polandia tersebut.

"Hal yang sama terjadi setiap tahun. Aku tak ingin berspekulasi tentang masalah ini," tuturnya.

Madrid harus merogoh kocek cukup dalam untuk merekrut Lewandowski. Menurut Transfermarkt, nilai pasar striker Bayern Muenchen tersebut mencapai 70 juta euro (sekitar Rp 1,08 miliar).

Lewandowski menunjukkan performa cukup impresif bersamaBayern Muenchen pada musim 2015-2016. Dia mencetak 20 gol dari 22 pertandingan semua ajang.